Pekanbaru, 13 November 2009; Pukul 8.33 WIB waktu laptop.
Istri tidak wajib memasak dan mencuci..?? nikah lagi aja lah..
Sudah sejak lama, ketika menyebarnya tulisan dan pembahasaan dengan berbagai uraian tentang tidak wajibnya istri mencuci dan memasak, ku merasa ada sesuatu yang gak pas dalam penarikan opini. Bukan berarti ku tidak setuju dari kesimpulan pembahasaan, tetapi ada penggiringan pendapat yang bertentangan dengan hati nuraniku. Gimana tidak, pengiringan opini yang membuat seolah-olah memasak dan mencuci itu adalah tanggung jawab suami. Karena suamilah yang berkewajiban menafkahi, yakni memberi makanan dan pakaian. Benarkah semua ini…?? Mari kita simak dari versi pandanganku yang gak ada apa-apanya ini.. :D
Memang benar, bahwa suami bertanggungjawab terhadap kebutuhan istrinya, baik itu kebutuhan fisik seperti makanan dan pakaian, dan perkara lainnya yang tidak kalah penting, seperti kebutuhan akan mendapat perlakuan yang baik, kasih sayang, bahkan sampai kepada mendapat bimbingan dalam agama, dan sebagainya.
Dan memang tidak bisa dipungkiri bahwa tidak ada dalil yang secara tegas menyebutkan tentang kewajiban istri untuk memasak dan mencuci, yang ada adalah kewajiban mentaati suami dengan baik. Jadi secara ringkas dapat dikatakan bahwa istri wajib mentaati suaminya, dan untuk ketaatan tersebut suami wajib memenuhi kebutuhan istrinya. Suami wajib memberi pakian yang layak untuk istrinya, dan pakaian yang layak itu adalah pakaian yang siap pakai alias bersih tidak kotor dan bernajis.untuk itu sang suami hanya ada 2 altenatif untuk perkara ini, yakni membeli baju yang baru tiap hari, dan yang kedua adalah mencucikan atau dengan memberi upah kepada orang yang mencucikan baju istri, (disini andaikan yang mencuci itu istri, maka tetap dihitung upahnya).
Hal yang sama terjadi dalam perkara memasak, suami wajib memberi nafkan makan kepada istri, dan makanan itu adalah seuatu yang sudah layak dimakan alis siap saji, atau yang bukan sesuatu yang perlu diproses terlebih dahulu oleh istri. Hal ini juga menyebabkan suami hanya memiliki dua altenatif, yakni memasak untuk istri, atau memberi upah kepada orang untuk memasak makanan bagi sang istri (andaikan istri yang memasak, maka tetap dihitung upahnya)
Secara selintas apa yang digambarkan dalam uraian seperti diatas memang layak dan tanpa cacat. Atau secara hukum, hal seperti itu sah-sah saja. Kita tidak bisa menyanggah tentang kewajiban suami akan memenuhi makan dan pakaian istri. Kita juga tidak bisa menyanggah tentang tidak adanya kewajiban istri untuk memasak dan mencuci. Tapi….
Sekali lagi ku katakan.. benarkah seperti itu..??
Kenapa baru sekarang..?????
Seorang istri, sebelum dia menjadi istri, dia adalah seorang gadis. Bergantung penuh kepada orangtuanya, dia memiliki wali tidak hanya ayahnya, tapi juga saudara laki-laki kandungnya, saudara laki-laki seayah, saudara laki-laki ayahnya. Kebutuhan atau nafkahnya diwajibkan kepada orangtua atau walinya. Dia tidak bisa sembarang menikahkan dirinya sendiri kecuali harus melalui orangtuanya atau wali yang sah. Makannya merupakan kewajiban orangtuanya untuk memberikan, pakaiannya merupakan kewajiban orangtuanya untuk memenuhinya. Jadi…, sebelum adanya pengambil-alihan tanggungjawab dari seorang orangtua kepada suami terhadap seorang gadis, perkara kewajiban memberi makan dan pakaian ini sudah ada. Kenapa tidak ungkitkan saja bahwa anak gadis tidak wajib memasak dan mencuci bajunya sendiri?? Kenapa tidak dikatakan saja bahwa ayahnya lah yang wajib memberi baju tiap hari atau mencucikan baju anak gadisnya.??? Bahkan ayahnya lah yang wajib mencucikan baju atau mengupahkan orang untuk mencuci baju anak gadisnya plus ibu si gadis..?? saya kira pendekatan contoh kasus antara suami terhadap istri adalah sama dengan antara ayah dengan anak gadisnya.
Kenapa baru sekarang…????
Tiap manusia yang lahir.., adalah sudah menjadi kehendak ALLAH, DIA lah yang menciptakan manusia, DIA lah yang memelihara, dan DIA lah yang memberi rezeki. Dengan bahasa lainya, sudah menjadi kewajiban ALLAH untuk memberi rezeki kepada makhluknya. Lantas dengan dalil ini, apakah layak kita untuk tidak membuka mulut ketika ingin makan?? Tidak perlu mencari bahan makanan? Tidak bekerja??. Apakah lantas dengan adanya dalil bahwa kewajiban ALLAHlah untuk memberi rezeki dan kewajiban kita hanya beribadah kepadaNya saja, lantas kita bahasakan hal tersebut dengan tidak wajibnya kita menyuapkan makanan ke mulut???
Maha Suci ALLAH dari segala perbandingan. Hal diatas hanya sekedar pendekatan perumpamaan apa yang terjadi antara suami dan istri. Memang benar suami berkewajiban menahkafi istri (dalam hal ini memberi makan), layakkah hal tersebut kita bahasakan dengan istri tidak wajib menanak nasi??. Memang benar bahwa suami berkewajiban memberi pakaian yang layak kepada istrinya, lantas layakkah kita membahasakan hal tersebut dengan istri tidak berkewajiban mengangkat pakaian yang lagi dijemur karena hujan turun..???
Khotimah.
Beginilah jadinya jika hubungan suami istri itu hanya dipandang berdasarkan hak dan kewajiban saja. Pernikahan dilihat layaknya perjanjian kontrak antara pemberi kerja selaku pihak pertama dengan pemborong selaku pihak kedua, yang didalam isi perjanjian kontrak tersebut penuh dengan pasal-pasal yang bersifat baku dan kaku. Padahal pernikahan itu didasari jauuh dari itu, yakni cinta, kasih sayang, saling melengkapi, dan paling utama adalah menggapai ridho ALLAH.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ
“Wanita (istri) shalihah adalah yang taat lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada dikarenakan Allah telah memelihara mereka.” (An-Nisa: 34)
Berkata Al-Qadhi ‘Iyyadh rahimahullah: “Tatkala Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menerangkan kepada para sahabatnya bahwa tidak berdosa mereka mengumpulkan harta selama mereka menunaikan zakatnya, beliau memandang perlunya memberi kabar gembira kepada mereka dengan menganjurkan mereka kepada apa yang lebih baik dan lebih kekal yaitu istri yang shalihah yang cantik (lahir batinnya) karena ia akan selalu bersamamu menemanimu. Bila engkau pandang menyenangkanmu, ia tunaikan kebutuhanmu bila engkau membutuhkannya. Engkau dapat bermusyawarah dengannya dalam perkara yang dapat membantumu dan ia akan menjaga rahasiamu. Engkau dapat meminta bantuannya dalam keperluan-keperluanmu, ia mentaati perintahmu dan bila engkau meninggalkannya ia akan menjaga hartamu dan memelihara/mengasuh anak-anakmu.” (‘Aunul Ma‘bud, 5/57)
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
عَسَى رَبُّهُ إِنْ طَلَّقَكُنَّ أَنْ يُبْدِلَهُ أَزْوَاجًا خَيْرًا مِنْكُنَّ مُسْلِمَاتٍ مُؤْمِنَاتٍ قَانِتَاتٍ تآئِبَاتٍ عَابِدَاتٍ سآئِحَاتٍ ثَيِّبَاتٍ وَأَبْكَارًا
“Jika sampai Nabi menceraikan kalian,7 mudah-mudahan Tuhannya akan memberi ganti kepadanya dengan istri-istri yang lebih baik daripada kalian, muslimat, mukminat, qanitat, taibat, ‘abidat, saihat dari kalangan janda ataupun gadis.” (At-Tahrim: 5)
Nb : Istri anda tidak mau menanak nasi dengan alasan bahwa andalah yang wajib menafkahi..?? atau itri anda tidak mau merendamkan pakaian kotornya??
nikah lagi ajalah…
= = icun bin abdullah = =
Klik Selengkapnya...
Jumat, 13 November 2009
Istri tidak memasak dan mencuci karena tidak wajib?? nikah lagi aja lah..
Rabu, 02 September 2009
Ku bayar waktu 1 jam mu ini, Nak.
Pekanbaru, 12 Romadhon 1430 H (2 November 2009)
Ku bayar waktu 1 jam mu, Nak.
al kisah ...
seorang pemuda yang dibesarkan dengan belaian kasih ibu tercintanya.
setelah berajak usia produktif, muncul keinginan besar dari pemuda tersebut ingin mandiri dan membahagiakan ibunya.
wal hasil.. dengan kerelaan yang berat, sang ibu merelakan anaknya merantau ke negeri seberang yang konon perekonomiannya jauh diatas bangsa ini, apa lagi dibandingkan dengan ekonomi di kampungnya.
seiring waktu dan secara bertahap sang anak mengalami kesuksesan di rantau, kesuksesan yang disertai dengan kesibukan yang seimbang. Gajinya yang tergolong besar bahkan sangat besar jika dibanding dengan pembesar yang ada di negeri ini memang layak diterima sang anak jika dilihat dengan aktivitas dan kesibukannya.
keinginan untuk membahagikan ibunya di kampung tetap merupakan skala prioritasnya. Hampir tiap bulan sang anak memberi ibunya uang yang nilainya sangat besar. Sang ibu membuat kantong dari kain, setiap kali sang ibu mendapatkan uang kiriman anaknya, sang ibu menyimpannya di kantong kain tersebut.
waktu terus berlalu.., sudah bertahun tahun sang anak tidak pulang. uang kiriman sang anak sudah memenuhi isi kantong kain milik ibunya, tidak terhitung lagi jumlah bersihnya. yang jelas jumlahnya jauuuh melebihi gaji sang anak untuk tiap bulannya.
Pagi hari raya pun tiba...
ini adalah pagi hari raya ke 5 kalinya sang anak tidak pulang ke kampung halamannya. Sang ibu duduk sendirian dikursi santainya, secarik kertas yang bertuliskan sederet nomor terlihat erat digenggaman sang ibu, beberapa kali dibacanya, kemudian digenggamnya kembali. Dengan bantuan seseorang di kampungnya, sang ibu meminta untuk dapat berbicara kepada anaknya lewat beberapa digitit nomor yang tercantum dikertas lusuh akibat eratnya genggaman.
Jauh dirantau sana, terdengar dering telpon selluler milik sang anak. Terlihat dilayar handphone beberapa digit nomor yang tidak dikenal.
komunikasi pun tersambungkan..
"siapa ini..??" kata anaknya.
"ini ibumu mau bicara", jawaban dari seseorang yang membantu ibunya tersebut yang sejurus kemudian memberikan ganggang telpon ke ibu pemuda tersebut.
ganggang telpon sudah ditangan sang ibu, untuk beberapa saat tidak ada kata yang bisa diucapkan sang ibu. akhirnya hanya sebait kalimat aja yang keluar dari mulut sang ibu saat itu.
"Bisa kau pulang walau untuk satu hari, Nak??". sejurus kemudian sang ibu langsung meletakkan ganggang telpon ke dudukannya semula, bersamaan dengan itu dari handphon sang anak langsung terdengar nada bit berulang-ulang yang menunjukkan putusnya komunikasi.
Sang anak sudah tidak bisa konsentrasi lagi saat itu, naluri sebagai seorang anak mencuat, sosok sang ibu langsung terlintas ditiap butiran darah yang mengaliri otaknya, otaknya benar-benar buntu untuk memikirkan apapun, yang ada dalam isi otaknya adalah "pulang dengan amat sangat segera".
Tanpa persiapan dan perencanaan apapun, sang anak membatalkan apapun yang menjadi agendanya hari itu. Dirinya segera menuju arah bandara dan menaiki pesawat yang paling cepat keberangkatannya hari itu menuju ibu kota propinsi dimana kampungnya berada. Dari ibu kota propinsi tersebut sang anak harus menaiki bus beberapa jam untuk sampai kekampung halamannya.
Tiba dikampung....
Lama sang anak berdiri di depan halaman rumah. sebuah rumah yang sudah lama ia tinggalkan dan terlihat sepi. Air matanya mengalir sebelum sosok ibunya terlihat olehnya, sang ibu yang sudah bertahun tahun ia tinggalkan. Sang ibu masih berada dikursi santainya, tidak ada kata-kata yang terlontar ketika itu melainkan hanya sembah sujud yang disertai isak tangis dan air mata sang anak. sementara sang ibu belum menampakkan reaksi apapun, belum terlihat butiran air mata yang merembes di pelupuk matanya. sikapnya masih sulit untuk ditebak ketika itu.
Beberapa menit kemudian...
situasi pun mereda, suasana sudah mulai sedikit kondusif untuk berbicara. Segala gejolak emosi yang tadinya tertahankan dan mendesak didada telah mulai mencair dan keluar beserta deraian air mata sang anak. Mereka berdua kemudian duduk dilantai dengan alas sebuah tikar pandan. Terlihat beberapa potong kue hari raya dan gelas minuman menghiasi jarak antara mereka berdua.
"berapa gaji kau sebulan nak..??", ibunya memulai pertanyaan.
“kalau dihitung dengan mata uang kita sekitar 50 juta”. Jawab sang anak.
Kemudian sang ibu beranjak dari tempat duduknya, menuju kekamarnya dan mengambil sebuah kantong kain yang berisi penuh dengan uang kiriman anaknya. Kemudian sang ibu duduk kembali ditempat duduknya semula yang berada tepat didepan anaknya. Kemudian ibunya berkata :
“Sekarang dengarkan ibu, nak.” Ibunya berkata dengan suara yang berat.
“Ibu mohon kepadamu untuk satu kali ini saja…” terdengar suara ibunya yang semakin berat, dan kemudia terlihat butiran air mata yang mulai merebes dipelupuk mata ibunya.
“engkau duduk disini selama 1 jam saja bersama ibu, dan ibu bayar waktumu ini dengan semua uang ini”.
*** SELESAI ****
Sesungguhnya yang membahagiakan seorang orangtua adalah ketika melihat jasad anaknya yang menjenguknya, bukan uang anaknya.
Bagi orangtua, satu jam bahkan kurang dari satu jam bersama anaknya jauh lebih bermakna dari seluruh kekayaan anaknya meskipun sang anak orang yang paling kaya diatas dunia ini.
Buat yang lagi merantau, buat yang sudah lama tidak menjenguk orangtuanya. Pulanglah…
Lihatkan senyumanmu kepada orangtuamu, izinkan mereka melihat puas wajahmu walau untuk satu detik saja.
• terinspirasi dari kisah yang diuraikan seorang ustad ketika mengisi santapan rohani romadhon malam tadi.
== icun bin abdullah ==
Klik Selengkapnya...
Selasa, 28 Juli 2009
Membentuk generasi islam tanpa tutup kepala
Membentuk generasi islam tanpa tutup kepala.
Pekanbaru, 28 Juli 2009 di tempat kerja ku menulis.
Sebenarnya sudah sangat lama, bahkan terlalu sangat lama ku ingin menulis hal ini, tapi sayangnya belum ada pemicu yang betul-betul membuatku tergerak untuk menulisnya. Entah mungkin karena ini merupakan masalah (yang dianggap ) sepele, atau karena takut terjebak kepada perdebatan bagi yang merasa tersinggungkan. Tapi 2 malam yang lalu, ketika ada ceramah berkenaan masalah sholat di mushollahku, menjadi pemicu bagi diriku untuk menulis kembali hal yang pernah terpikir olehku beberapa lama yang lalu.
Salah satu ucapan ustad tersebut yang menjadi pemicu diriku adalah ucapannya yang berbunyi “makruh sholat tanpa tutup kepala”.
Sejak berapa lama antum terpikir hal ini cun..??
Jawab : Sejak kuliah. Sejak masuk kuliah ku perhatikan adanya kelompok mahasiswa yang bergerak/berjuang dibidang agama di kampusku mempunyai cirri khas sholat tanpa tutup kepala. Gayanya keren, baju kemeja dengan masuk dalam + celana kain, atau pakai baju koko + celana kain + tas jinjing yang sedikit besar. Kami terkadang menamakan mereka-mereka itu dengan ITB ( Ikatan Tas Besar).
Seorang mahasiswa baru, diawal-awal kuliah sholat ke mesjid menggunakan tutup kepala, lama kelamaan setelah menjadi “aktivis” mulai berubah, antara kemesjid, ngampus dengan ke pasar sama saja, alias tanpa tutup kepala.
Saya perhatikan.., ternyata memang hampir seluruh aktivitas mereka baik dibidang agama atau tidak, mereka menunjukkan identitas mereka dengan gaya berpakaian seperti itu. Mau sholat wajib, mau sholat jum'at, mau ceramah agama, mau mentoring, mau jumpa ulama, mau jumpa umara’, pakaian mereka tetap sama. Sepertinya “tanpa tutup kepala” menjadi ciri khas mereka terhadap orang islam lainnya.
Pernah suatu kali teman kuliahku membawakan sebuah plastik besar penuh dengan lobeh/peci/songkok (seperti kopiah haji)dan dibagi-bagikan di musholla kampus dengan harapan para aktifis tersebut menggunakannya, minimal ketika sholatlah.., baik itu di Musholla kampus, di mesjid dekat rumahnya atau di rumahnya sendiri. Wal hasil… ternyata tetap saja mereka enggan menggunakannya. Sepertinya ada semboyan di diri mereka bahwa no way for tutup kepala. Whats up guy..???
Sebenarnya, kalau kita ingin melihat lebih luas, setiap suku, golongan, agama, memiliki tanda/makhkota yang diletakkan dikepalanya. Tiap suku memiliki topi kebesarannya, orang melayu punya tanjak, orang batak punya ulos, orang minang punya deta, orang jawa punya blangkon, bahkan suku di irian jaya sana yang hanya menggunakan koteka pun meletakkan sebuah bulu burung dan di ikat dikepalanya. Biksu di kuil shoilin pun memberikan 6 titik hitam di kepalanya yang dibotak. Orang yahudi menggunakan kippah atau yarmulke, Nah .. kita umat islam, juga punya makhkota yang senantiasa menjadi symbol keislaman yang diletakkan di kepala, bahkan makhkota itu disunnahkan untuk dililit dengan sorban (imamah).
Bahkan (yang pernahku dengar) sangking pentingnya simbol yang satu ini, ulama2 hadist menganggap cacat bagi perawi yang berjalan/keluar rumah tanpa menggunakan tutup kepala. Lantas kenapa mereka bersikukuh untuk tidak menggunakan tutup kepala..?? bahkan ketika sholat sekalipun..??? jawabannya.. entahlah.. mungkin sebuah identitas kelompok. Padahal sudah sangat mahsyur bagi kita semua akan makruhnya sholat tanpa tutup kepala, baik dikalangan ulama-ulama terdahulu hingga ulama-ulama mutakhirin.
“Jika salah seorang dari kalian mengerjakan
shalat, maka hendaklah dia memakai dua potong bajunya. Karena sesungguhnya
Allah paling berhak untuk dihadapi dengan berhias diri" (HR. At-Thabrani dan Al-Baihaqi di dalam Al-Sunnan Al-Kubraa (II/236) dengan derajat
sanad yang hasan)
Ada yang ingin mempostingkan pendapat para imam mujtahind dan ulama disini..?? silahkan…
== icun bin abdullah ==
Klik Selengkapnya...
Senin, 18 Mei 2009
Tantangan Di Awal Hijrah (True Story)
Pekanbaru, Senin, 18 Mei 2009
Hari Jum’at sore yang lalu saya bersama dengan teman-teman yang bergelut di usaha da’wah melakukan silaturahim selama tiga hari ke pinggiran kota pekanbaru. Desanya bernama Sungai Galuh. Jarak dari pinggir kota (dihitung dari pangkal jalan lintas Antar kota antar propinsi) ke desa tersebut berdasarkan catatan meteran sepeda motor yang ku naiki adalah 28 kilometer. Diantara 28 kilo meter tersebut, tercatat 5 kilometer masih merupakan jalan bebatuan/pengerasan. Setengah perjalanan tersebut, kami ditemani dengan indahnya beberapa desa yang terlalui, dan setengahnya lagi ditemani dengan indahnya pohon sawit pohon sawit yang tertata dengan rapi. Setelah melewati 5 kilometer jalan tanah, maka sampailah kami ke sebuah musholla tanpa nama. Mayorias penduduk disana adalah pekerja sawit yang berasal dari pulau jawa. Ku kurang tau kapan daerah tersebut dibuka, yang jelas, penduduk terlama yang mendiami pemukiman itu yang ku temui adalah sejak tahn 1988. menurut keterangan imam musholla, dahulu jalan akses ke darerah itu 100% tanah. ”butuh satu harian untuk sampai ke kota” terangnya. Padahal saat ini berdasarkan perhitungan pejalanan kami saat itu, waktu yang kami butuhkan hanya 40 menit untuk sampai ke desa tersebut.
Ada cerita menarik dari orang-orang yang kami temui selama kami ’itikaf disana. Mereka bercerita awal mereka berhijrah dan tantangan yang dihadapi.
Hijrah yang ku maksud disini bukan hijrah fisik, tapi hijrahnya mereka dari kehidupan mereka yang sebelumnya jauh dari ALLAH, jauh dari amal agama, menuju hidup dengan ketaatan kepada ALLAH berlandaskan sunnah.
Kisah 1. dari Agama Kristen ke Islam
Pak Abdullah ( nama setelah hijrah ), beliau adalah pendatang dari pulau nias sumatera utara. Semangat beragamanya sungguh luar biasa ku lihat. Umurnya jika dilihat dari wajahnya sekitar 47 tahunlah. Di bercerita diantara seluruh keluarganya, hanya dirinyalah yang memeluk agama islam.
Dengan logat khas orang nias dia berucap, ” saya kalau pulang kampung (pulau nias), paling lama Cuma 2 hari”. Ternyata keluarganya ( ayah, ibu & 4 saudaranya) disana sampai saat ini tidak bosan-bosan mempengaruhinya untuk kembali ke agamannya sebelumnya.
”kalau kau kembali ke kristen, kami siapkan rumah untukmu, dan kami sediakan motor (sepeda motor) untukmu”, itu merupakan ucapan janji ayahnya ketika dia menjengeuk orangtuanya di pulau nias.
”trus apa yang pak abdullah katakan??” tanyaku dengan tidak sabar. Dengan nada khas orang nias, dengan nada berat dan sedikit bergetar menahan emosi dia melanjutkan cerita pembicaraannya dengan sang ayah,
”saya bukan orang bodoh pak ( sambil menunjukkan jari telunjuk tepat kedadanya) , sekarang begini aja, kalo bapak, ibu, dan seluruhnya (saudara2nya) mau masuk islam, saya akan beri kalian masing2 satu rumah, satu motor, dan ku kasi makan kalian selama satu tahun penuh”.
”Subhanallah..,”, kalimat itu yang spontan terucap dari bibir manisku.. ( he..he.. jangan serius kali membaca tulisan ”bibir manis” nya ya... :P ). Bagaimana ku gak takjub, dengan melihat kehidupan pak abdullah secara lahiriah, mana mungkin dia sanggup memenuhi janjinya itu. Tapi itulah, kulihat dari dirinya sebuah tekad yang luar biasa, kekuatan iman yang tak tergoyahkan, kerisauan terhadap keluarga yang cukup dalam. Ucapanya itu, kalau ku bahasakan dengan gaya ku, makanya jadinya seperti ini,
”Ayah.., dahulu saya ini orang yang hina, dahulu saya ini orang yang tersesat, dan kemudian ALLAH beri diriku nikmat iman, nikmat yang akan membahagiakan tiap manusia dunia dan akhirat, dan sakarang ayah ingin mencabut niknat itu dariku. ketahuilah ayah, meskipun ayah janjikan kepadaku seluruh kemewahan dunia ini, maka itu semua tidak bisa menggantikan sebuah kalimat yang telah terhunjam jauh dalam hatiku. Bahkan wahai ayah, andaikan engkau mau mengucapkan kalimat iman ini, maka ku rela untuk menanggung seluruh bebanmu didunia ini, bahkan seluruh beban keluarga, walaupun ke terpaksa menderita untuk itu”.
Mudah2an ALLAH cucurkan hidayah kepada orangtua dan saudara-saudara pak abdullah, , dan moga diberi kekuatan kepada pak abdullah untuk terus berda’wah kepada keluarganya, amiiin.. ( mohon diaminkan bagi yang membaca tulisan ini )
Kisah 2. Dari dunia penuh gelap ke cahaya ALLAH.
Namanya pak Epi, ku kurang tau nama panjangnya, dia ini bukan orang tempatan, tapi dia salah satu teman kami yang ikut khuruj. Umurnya kalau dilhat dari kerutan mukanya hampir sebaya dengan pak abdullah dikisah pertama. Perwatakannya seram, tubuhnya tegap, tatonya di tiap bidang lebar di tubuhnya cukup mewakili betapa gelapnya kehidupannya terdahulu. Janggut lebat yang dipeliharanya dan baju gamis yang dikenakannya tetap gak bisa menutupi betapa berbedanya kehidupannya yang lalu. Sebenarnya dia enggan menceritakan detail kisahnya kepada kami, jadi dia menceritakan secara umum saja. Yah.. memang begitulah seharusnya diri kita..., cukup menceritakan sesuatu yang bisa menjadi pelajaran saja dari apa yang terjadi di masa lalu.
Pak epi ini entah berapa kali pindah dari daerah yang satu ke daerah lain, dari propinsi satu ke propinsi lain, alasannya berpindah tempat hanya satu, yaitu dirinya telah masuk kedalam DPO (Daftar Pencarian Orang) ketika itu. Alasan lain kenapa dia cepat dapat informasi sehingga tidak bisa ditangkap adalah salah satu pejabat kepolisian itu adalah kawannya. Sehingga dirinya duluan selangkah dari tim buser yang mengincarnya, dirinya duluan satu hari untuk kabur dari waktu yang telah ditetapkan untuk penangkapan.
Sampai akhirnya dia berdomisili di Pekanbaru, pulang pagi/subuh merupakan agenda rutin baginya, menyeret masuk suaminya yang tidur nyenyak dari teras rumah untuk dibawa masuk merupakan agenda rutin bagi istrinya.
Sampai kemudian dia akhirnya nyerah untuk dibawa ke pertemuan mingguan rutin di mesjid al-falah pekanbaru oleh tetangganya. Pertemuan rutin itu sering kami namakan ”malam markaz”, dipertemuan itu terdiri dari 2 agenda saja, pertama adalah bayan, yaitu ceramah tentang pentingnya iman dan amal sholeh, dan kemudian membacakan kisah2 rosul dan sahabat dalam memerjuangkan agama. Tetangganya ini cukup sering mendatanginya, baik sendiri atau pun dengan kawan-kawan lainnya. Bahkan pernah jemaah dakwah dari jordania pernah dibawa kerumahnya oleh para tetangganya yang bergelut di usaha dakwah.
”waktu pertama kali ke markaz, aku gak tau sama sekali apa yang dibicarakan waktu bayan (ceramah), entah apa-apa aja yang dibicarakan.”, katanya kepada kami. Tapi kemudian dia mau diajak untuk ishlah diri dengan mengikuti khuruj 3 hari, dan sejak itulah awal ALLAH beri dia kepahaman akan agama.
Tersebutlah salah satu orang yang umurnya lebih tua dari dirinya yang berdomisili di daerahnya. Orang tua ini adalah orang yang taat beragama, kalau sholat ke Mesjid, maka ini orang akan melewati rumah pak Epi tersebut. Dan Orang ini tiap kali ke mesjid untuk sholat subuh, cukup sering melihat pak Epi pulang pagi atau masih tergeletak di depan rumah sewaktu masa kelamnya dahulu, dan orang itu tak pernah sekali pun mendatanginya untuk mendakwahinya.
Wal hasil.., setelah pak Epi ini tobat dan mulai ke Mesjid, barulah orang ini menegurnya, dan tau apa yang dinasehati oleh si tua itu?? ”hati-hati sama aliran sesat”.
Astaghfirullah...., ini sekian kalinya berita yang sampai kepadaku tentang busuknya kelakuan orang-orang yang menisatkan dirinya sebagai pengikut resmi manhaj salafussholeh, yang paling getol berteriak ”kembalilah kepada manaj salaf”. Saya heran.., masih ada aja orang yang seperti ini...!!
”lama aku menatap orang tua itu”, ujarnya lagi.
Entah apa maksud perkataan pak Epi ini dengan kalimat ’lama aku menatap orang tua itu’. nurut analisaku Cuma ada 2 kemungkinan ;
1. dia menatap dengan perasaan sedih bercampur heran.
2. dia menatap dengan perasaan ingin ’menelan’ orang tua itu (ingin menhajarnya)
tapi Alhamdulillah.. seiring waktu pak Epi semakin mengenal agama, selama bergaul 3 hari tersebut ku lihat bacaan al-qurannya udah mulai bagus, emosinya udah bisa dekendalikannya, walaupun sesekali dia mengaku sering lupa kalau jenggotnya udah panjang jika ’naik darah’. Pernah dia naik sepeda motor dan disenggol oleh oplet dari belakang, langsung spontan dia turun dari kendaraannya dengan niat ingin langsung menhajar supir oplet itu, tapi untung dia cepat sadar, ”astaghfirullah..., kalau gak ingat jenggot ini, udah habis tu supir” ketusnya, kami Cuma bisa senyum aja mendengar ucapannya itu.
Kisah 3. Dari menganggap agama ini tidak begitu penting KEPADA kesungguhan dalam beragama.
Namanya pak sulaiman, sejak tahun 1991 atau 1992 berdomisili di daerah sungai galuh. Pak Sulis ini tidak mempunyai tread record yang ”ganas” dimasa sebelum hijrahnya. Hanya saja dia masih beragama sebagaimana orang awam, sholatnya masih di rumah, bacaan qur’annya gak benar. Singkatnya gak punya pikiran dan tidak risau terhadap agama. Hal ini juga didukung dengan lingkungan tempat tinggalnya yang masih jauh dari sentuhan agama.
Hal ini berlanjut sampai akhirnya sekitar 3 tahun yang lalu, mulainya usaha da’wah dirintis di kampung itu, jemaah mulai dihantar ke daerah tersebut dengan mujahadah. Dengan itu mulailah satu demi satu orang yang ada dikampung tersebut ikut mendapat hidayah akan pentingnya agama, pentingnya dakwah, pentingnya ilmu dan amal.
Wal hasil setahun yang lalu pak sulaiman ikut khuruj selama 40 hari di sekitaran pekanbaru.
Disuatu tempat di daerah putri tujuh pekanbaru, pak sulaiman bertemu dengan seorang penuntut ilmu sealiran dengan orang tua yang berkata ”hati-hati aliran sesat” kepada pak Epi dikisah kedua. Mulailah terjadi dialog antara pak epi dengan orang yang salahfikir itu. Sebagaimana biasa, pak Salahfikir itu menasehati tentang pentingnya ’ilmu, trus berdakwah harus berilmu dahulu, dengan artian sebenarnya bahwa pak salahfikir menganggap pak sulaiman itu orang bodoh yang mau-maunya ishlah bersama sebuah usaha dakwah.
Pak sulaiman kemudian curhat kepada pak Salahfikir itu, ” Pak, kampung kami itu jauh dari kota, kiri kanan gak ada orang, sawit aja yang banyak, mana ada ustad2 yang datang kesana untuk berdakwah, paling ada pas perayaan maulid nabi atau momentum hari besar islam aja ada ustad yang di undang ceramah ke kampung kami”.
------- [sedikit informasi ]
Sebenarnya, berdasarkan pantauan kami selama 3 hari disana, setelah sharing dengan masyarakat yang kami jumpai, kampung tersebut cukup berbahaya, karena 2 tahun belakang ini adanya pendakwah yang mengadakan kajian ’tadabbur al-qur’an’. Dari hasil wawancara dengan pak abdullah (kisah 1 ), pak sulaiman, pak jumhari, pak anim, ternyata ’tadabur al-qur’an’ itu hanya menggunakan terjemahan al-quran saja, tanpa menggunakan kitab tafsir rujukan (seperti ibnu katsir, dll), tanpa melibatkan hadist. Sang ustad hanya menafsirkan sesuai pahamnya saja. Trus bagi anggotanya di wajibkan membayar zakat perbulannya yang diserahkan kepada gurunya itu yang kemudian disalurkan kepada guru dari gurunya. Senjata mereka untuk orang yang menentang ucapan mereka adalah ”ini alquran yang bilang, kamu telah menantang alqur’an kalau begitu”. Sebenarnya kami sempat melihat ketika mereka melakukan pengajian sewaktu sampai ke mushollah tersebut, tapi sangkaan saya itu hanya liqo’ yang dilakukan oleh gerakan dakwah ikhwanul muslimin. Karena modelnya persis sama, tidak pakai penutup kepala, duduknya melingkar, menggunakan papan tulis kecil, bawa qur.an, ada makanan dan minuman, dsb.
Saya gak tau ini dari kelompok mana, apakah kelompok tadabbur qur’an ini adalah kelompok yang sama yang ku ketahui sewaktu kuliah. Ku pernah ikut juga 2 x pengajian mereka, tapi karena diharuskan ’tutup mata’ dan membayar infaq kalau ingin meneruskannya, selaku anak kost yang makan nasi nya aja hanya 2 kali sehari, ku tidak menyanggupi syarat tersebut.
Karena merasa ada lawan dan terusik, maka kelompok ngaji tafsir ini mencoba menghasut masyarakat kalau usaha dakwah yang dilakukan oleh pak sulaiman, pak abdullah, dkk itu adalah aliran sesat, sehingga masyarakat pun ada yang mulai termakan hasutan.
-----
Kembali ke kisah pak sulaiman dan pak salahfikir.
”Dahulu menyebut ’a (huruf ’ain dengan baris fattah) saja saya tidak bisa pak, tapi alhamdulillah sekarang udah bisa”, lanjut pak Sulaiman kepada pak Salahfikir.
Setelah mendengar panjang lebar curhatan pak sulaiman tentang butuhnya da’wah masuk ke kampungnya tersebut, maka pak salahfikir memberi solusi,
”bapak punya HP.?? Ada radionya??”, kata pak salahfikir
”ada” kata pak sulaiman.
Kemudian, setelah pak sulaiman memberikan no Hpnya, pak salahfikir meng SMS pak sulaiman beberapa SMS yang salah satunya adalah frekuesi radio rujukan untuk menuntut ilmu, yaitu 103.4 FM, jelas sekali ini adalah radio hidayah.
”bapak dengarkan aja radio ini”. Kata pak salahfikir itu.
Astaghfirullah.... saya tak paham dengan orang2 seperti ini. Mata hatinya benar-benar telah mati, akalnya terhijab dengan setumpuk buku dan fatwa-fatwa yang berisikan persoalan sesat menyesatkan kelompok da’wah diluar mereka. Mereka sangat menutup mata dengan kebaikan yang ada diluar kelompok dakwah mereka. Mereka lebih senang melihat orang-orang dalam kemaksiatan dari pada taat beragama gara-gara hasil usaha gerakan da’wah diluar pengajian mereka. Seluruh amal baik dan hasil pertobat orang-orang jahil dan bejat tertolak gara-gara hidayah didapat diluar pengajian mereka. Mereka tidak bisa terima hal seperti ini, karena mereka menganggap semua usaha tersebut didasarkan dengan perkara-perkara bid’ah. ”Barang siapa membuat sesuatu yang baru dalam perkara kami ini, sesuatu yang bukan darinya, maka dia tertolak (H.R Bukhari)”, begitulah mereka mendasarkan kesalahfikiran mereka. Bahkan yang lebih ajib lagi, bukan hanya mereka menggap bahwa pertobatan orang-orang ahli maksiat tertolak, tapi akan menyebabkan masuk neraka berdasarkan hadist ” Semua bid’ah sesat, dan setiap yang sesat akan masuk neraka” (shahih bukhari: II/374). Saya Cuma bisa katakan kepada genk ini, ”Apa yang anda ucapkan itu Haq, tapi untuk sesuatu yang batil”. Ada baiknya anda rujuk kembali kepada ulama2 terdahulu dalam memahami makna bid’ah.
Sebagai penutup, ku ingin memberi nasehat kepada ini kelompok :
Kalau anda beranggapan bahwa andalah satu-satunya kelompok yang selamat, maka tolong,,,.., sebarkanlah agama hingga ke pelosok-pelosok. Kalau anda menganggap kalianlah yang berilmu dengan ilmu yang shohih, tolong.., pergilah ke sungai galuh untuk memfilter gerakan ’tadabur quran’. Saat ini saya hanya melihat bahwa hanya usaha da’wah pak sulaiman dkk saja yang berjuang keras di sungai galuh itu.
Amalan islam sudah sangat jauh dari kehidupan umat islam, kita butuh saling membantu, nasehat menasehati. Khabar dari jemaah-jemaah yang bergerak keseluruh pelosok negeri membuktikan bahwa islam telah jauh dari kehidupan umatnya, dakwah hampir tidak sampai kepada mereka, ada mesjid yang tetap tutup meskipun hari jum’at, ada yang ayam bertelor di mimbar khutbah mesjid (menunjukkan mesjid sudah tidak berfungsi lagi), ada anak kecil yang memutar kaset azannya muamaar ketika masuk waktu sholat, ada yang menjumpai misionaris kristen yang berdiam diri di perkampungan pedalaman dengan membawa misi kristen, ada orang tua yang tidak bisa baca wur’an, ada yang tidak pernah sholat sama sekali, ada yang tidak tahu mandi junub padahal anaknya udah besar-besar. Setumpuk masalah umat saat ini tidak bisa hanya diharap dengan memutar radio, tidak cukup dengan duduk2 saja di pengajian mingguan, kita butuh kerja sama. Nasehat menasehatilah dengan kebenaran, jangan sibuk cari aib saudara sendiri.
Ini saja dahulu.. sudah lima halaman rupanya..
Fa’tabiru ya ulil abshoor..
== icun bin abdullah ==
Klik Selengkapnya...
Kamis, 26 Maret 2009
Ketika Kebencian Menghilangkan Akal Sehat (tabligh Vs Salafy Session 2)
Ketika Kebencian Menghilangkan Akal Sehat
Pekanbaru, 23 Maret 2009 pukul 24.00 kurang 15 menit.
Warning !!! jika anda belum pernah membaca tulisanku yang berjudul tabligh VS salafy, maka untuk bisa memahami ini tulisan, dan tidak terjadi kesalah pahaman terhadap penulis, diharapkan anda membaca terlebih dahulu tulisanku yang berjudul tablig vs salafy tersebut.
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=
Sebenarnya tulisan ini ingin ku tulis tepat 2 minggu yang lalu, yaitu ketika ku mendengar sebuah pengajian live via radio yang bernama hidayah di pekanbaru, tema pengajian tersebut kalau tidak salah berjudul “inilah aqidah dan dakwah kita”, dauroh ini menghadirkan 2 pembicara, ustadz abu zubair hawaary dan ustadz abu sulaiman maududi, tapi karena tidak adanya kesempatan, maka pada malam ini ku coba menulisnya.
Pengajian tersebut berlangsung tanggal 9 Maret lalu, tepatnya kalender merah karena memperingati hari maulid nabi besar Muhammad shallallahu’alaihi wasallam, disebuah mesjid di daerah marpoyan pekanbaru, yang di udarakan secara langsung oleh sebuah Radio Hidayah yang berafiliasi dengan sebuah gerakan da’wah yang lebih dikenal dengan salafy atau salafi aja, atau salafi haraki, atau salafi ‘ilmi atau apalah nama yang diberikan.
Mengenai radio Hidayah, ku Cuma bisa katakan bahwa ini radio sangat bagus, jauh dari perkara-perkara yang laghoh, 100% tanpa musik/nyanyian, isinya hanya pengajian live, pengajian offline/rekaman, serta bacaan alquran secara murottal. Sangat banyak manfaat yang bisa diambil dari ini radio. Andaikan ada pemilihan radio terbaik di pekanbaru, maka jelas ku akan contreng radio hidayah ( ingat contreng, ingat pemilihan legislatif yang tak lame lagi, he..he..).
Dilihat dari tema “inilah dakwah kita” tidak ada yang dinilai negatif, dan diawal-awal pengajian yang berlangsung satu hari penuh dari pagi sampai sore itu semuanya baik-baik saja. Setelah ba’da zuhur, masuk lah ini pengajian kedalam topik bahasan tentang kelompok yang memecah belah islam, sebuah pembahasan yang sangat arogan, tuduhan yang sangat keji, penilaian yang jauh dari akal sehat, pengadopsian ucapan ulama yang ditelan bulat-bulat dengan menutup mata, menutup telinga bahkan menutup matahati, telah mereka lontar ke atas 2 gerakan da’wah besar di dunia, yaitu ikhwanul muslimin dan jamaah tabligh. Pada kesempatan ini saya akan menuliskan hal-hal yang berkenaan dengan tuduhan-tudahan ynag dilontarkan ke gerakan da’wah yang mereka sebut jamaah tabligh walaupun ini jemaah tidak memberikan nama gerakannya dengan itu.
Lho.. lho… kok icun mau-maunya menyanggah tuduhan tersebut..??
Yups.. jelas.. karena ku berhutang budi kepada ini jemaah, dari kawan-kawan karkun ( sebutan yang sering disebut untuk orang2 yang aktif di JT) ini lah ku punya semangat dalam beragama, baik dalam hal ibadah, akhlak, muamalah, muasyarah, menuntut ilmu, singkatnye, orang cakap semue tentang “iman dan amal”.
Untuk tuduhan yang mereka lontarkan ke gerakan da’wah ikhwanul muslimin tidak dibahas disini, selain karena ku terlambat mendengar sewaktu membahas perkara tersebut, dan ditakutkan akan menjadi panjang ini tulisan, dan lagi ku agak minim informasi tentang ini gerakan, sehingga terasa canggung klo menulisnya.
Oke… kita langsung aja ke inti perkara. Ada 10 point kesesatan jemaah tabligh yang ustad salafy sajikan kepada seluruh ahli majelis di mesjid tersebut dan kepada ratusan mungkin ribuan orang yang mendengarkan lewat radio hidayah yang di pancarkan dari frekuensi 103,4 FM Pekanbaru.
10 point kesalahan yang dilontarkan kepada jemaah tabligh tersebut adalah, kata ustad itu:
1.jemaah tabligh beramal dengan hadist-hadist dhoif dan mauddhu dan laashlalahu, fadhail amal lebih mereka ( jemaah tabligh, red) agungkan melebihi kitab Allah ( alqur’an, red), di mesjid-mesjid kita temukan mereka meletakkan kitab fadhail amal diatas alquran, bukan alqur’an diatas kitab fadhail amal.
Komentar: hei hei... whats up guy…., fadhail amal itu bukan kitab yang membahas perkara masail atau hukum, tapi itu kitab adalah kitab fadhilah amal, dari judulnya aja udah jelas.., itu kitab adalah kitab motifasi yang nurutku luar biasa, dibaca jutaan umat islam diseluruh dunia. Tau bagimana ikhtilafnya ulama dengan menggunakan hadist2 dhoif dalam beramalkan..?? tapi yang jelas, sepanjang pengetahuanku, gak ada ibadah baru yang di anjurkan didalam itu kitab. Trus lagi.., itu kitab sangat jelas rujukannya, seluruh kitab rujukan telah dikabari dibagian pustaka, sehingga kalau di fadhilah amal itu misalnya mengutip sebuah hadist yang dhiof bahkan sangat dhoif, bahkan laaslalahu, kenapa cacian hanya putus kepada kitab fadhail aja?? Kenapa kitab rujukannya tidak dicela juga..?? aneh... mencaci luar biasa kepada kitab fadhail tapi tidak berani mencaci kitab induk dimana hadist tersebut di kutip. Gak fair bung.. gak fair.. ( fair apa fear ya..?? ah.. udah lah.. yang penting paham.). pernah baca tafsir ibnu katsir kan..?? ketemu gak dengan hadist2 dhoif disana..?? bahkan hadist sangat dhoif, munqoti’, gharib, bahkan berprediket munkar pun kita jumpai tertulis disana, alias al imam ibnu katsir ad-dimasyqi menggunakan hadist berprediket tersebut dengan berlaku adil terhadap prediket dhoif dan sahih hadist2 yang gunakannya. Trus kenapa kalian gak caci maki tu kitab?? Bukankah lebih fatal kitab tafsir menggunakan hadist2 tersebut dibanding sebuah kitab motifasi amal??. Hmm.. ku tau jawabannya... sebagaimanaku tau bahwa kalian (salafy,red) menyesalkan al hafiz ibnu katsir dalam tafsir ibnu katsir yang mahsyur itu menggunakan hadist2 dhoif didalamnya...! karena fanatik buta terhadap perkataan syeikh kalian.., dan mengangap bahwa pendapat syeikhnyalah yang paling bisa diambil hujjahnya....
sehingga kalian menerjemah manuskrip tafsir ibnu katsir ini dengan mukhtasar (diringkas menurut paham mereka) dan menghilangkan hadist2 yang dinilai dhoif menurut kalian., padahal hadist tersebut menjadi syahid dalam tafsir ibnu katsir tersebut.
Berikut ku copazkan pendapat imam Baihaqi :
Hafidz Al Baihaqi mengatakan dalam Al Madhal ila Dalail An Nubuwah (1/32-37), di sana Imam Baihaqi membagi hadist dhoif menjadi dua, setelah menyebut jenis pertama, beliau mengatakan:”Dan jenis, dimana periwayatnya tidak dituduh sebagai pemalsu, akan tetapi ia dikenal memiliki hafalan yang jelek, atau banyak kliru dalam periwayatan, atau tidak diketahui adallahnya, atau (tidak diketahui adanya) syarat diterimanya khabar.
Lalu beliau mengatakan:”Hadits-hadits jenis ini tidak dipakai dalam hukum, sebagaimana tidak diterimanya kesaksian seperti mereka yang kesaksiannya diterima oleh hakim, akan tetapi terkadang dipakai dalam doa, targhib (motifasi) dan tarhib (ancaman), tafsir, maghazi, yang tidak berhubungan dengan hukum”.
Dari sini kita ketahui, bahwa Hafidz Ibnu Katsir memiliki pandangan serupa dengan Hafidz Al Baihaqi, yaitu boleh menggunakan hadits dhoif dalam tafsir.
Oh iya.., tentang kitab fadhilah amal diletakkan diatas al-quran. Ku pernah lihat buku tulis diletakkan diatas alqur’an, pena diletakkan diatas alquran, buku pelajaran diletakkan di atas alqur’an. Apakah ini bisa diklaim bahwa orang yang melakukan itu sedang mengagungkan pena dibanding alqur’an?? Atau mengagungkan buku tulis dibanding alqur’an?? Atau buku-buku pelajaran dibandingkan alquran?? Kena deh...
Yups...selayaknya alquran itu diletakkan diatas tempat yang lebih tinggi, diletakkan diatas dari segala jenis tumpukan. Yups.. benar memang, menghormati alquran itu tidak hanya pada lafaznya saja, tapi fisik (mushab) alquran juga harus di agungkan. Yups.. kita dilarang menjulurkan kaki ke arah alquran, menjadikannya sebagai bantal, meletakkanya di lantai tanpa di tinggikan, dsb.. dsb.. sebulan yang lalu ku lihat dengan mata kepalaku sendiri seorang jemaah tabligh secara cepat mengambil sebuah alquran yang berada tepat dijuluran kaki salah seorang bapak-bapak yang baru selesai membaca qur’an, lalu dia mencium itu quran dan meletakkan kekepala sejenak dan kemudian meletakkan di posisi yang aman. Subhanallah... begitu pekanya dia terhadap qur’an. Ku sarankan kawan-kawan salafi sudi membaca fadhilah quran, baca dengan seksama, lihat adab-adab terhadap alqur’an disana, pokoknya jangan khuatirlah, itu kitab tidak najis kok, itu kitab tidak punya jin yang langsung bisa mempengaruhi orang membacanya, so.. coba baca deh baca,.setelah itu klo masih mau caci maki, caci maki lah, bahkan mau caci hamun, caci hamunlah, trus klo masih mau nyebarkan ucapan ustad itu sebarkanlah dalam rangka menegakkan sunnah dan tauhid, gaya salafy MODE : ON…. (mo ketawa ni.. )
2. kata ustad salafy itu : terdapat banyak bid’ah didalam jemaah tabligh, tidak ada dalilnya didalam alqur’an untuk khuruj, apa lagi dengan batasan waktu 3, 40 hari, 4 bulan, dsb.. dsb..
Komentar :
He..he..he..yang ini pernah ku singgung sedikit di tulisan ku pertama, ku Cuma mo ngasi tau aja bahwa sampai mampus pun kita tak jumpa dalam alqur’an tentang dalil khuruj 3 hari, 40 hari, jaulah, ta’lim, ijtima’, musyawaroh halqoh, maqomi, dsb.... Sebagaimana sampai mampus pun kita takkan jumpai dalam alqur’an yang membagi tauhid itu menjadi 3, atau sampai mampus pun takkan dijumpai metode iqro sampai buku 6, atau sampai mampus pun takkan dijumpai dalil dauroh 1 hari penuh bertepatan kalender merah. Bung… gunakan akal sehat dunk…, jangan taqlid. (udah mulai geli ni hati )
3. kata ustad salafy itu : menurut orang tabligh, dakwah kepada tauhid adalah memecah belah ummat.
Komentar :
Benar-benar buta mata dan buta hati...., emang orang tabligh mengajak kepada siapa?? Kepada setan? Toghut? Berhala? Atau mengajak manusia menyembah kubur?. ( mulai sedikit muak )
4. kata ustad salafy itu lagi :menurut orang tabligh, dakwah kepada sunnah rosul, memberantas bid’ah, adalah memecah belah ummat.
5. kata ustd salafy itu lagi : menurut orang tabligh, mengajak manusia diatas bid’ah tapi manusia bersatu, lebih baik daripada mengajak kepada sunnah tapi berpecah belah.
Komentar :
Yang ini lagi…, benar-benar buta warna dan hilang akal sehat.., orang mengajak kepada amalan islam, sholat, baca qur’an, pentingnya tabligh, zikir dsb.. dsb.., kok dinyatakan mengajak keatas bid’ah. Cek mata dunk kang mas.. (udah muak dan mulai mual ni )
6. kata ustad itu lagi : orang tabligh selalu memendam permusuhan ahlussunnah, yang mengajak kepada sunnah adalah produk yahudi
Komentar :
Benar-benar udah mual ni lihat tuduhan salafi. Hei genk salafy, klo antum merasa di musuhi sama orang tabligh, jangan bawa-bawa ahlussunnah. Sombong amat mengaku genk kalianlah yang ahlussunnah dan yang lain keluar dari ahlussunnah. Sebenarnya bukan menjadi rahasia lagi klo seluruh kelompok diluar genk salafy pernah merasakan tajamnya lidah ini genk. Tapi anehnya ketika orang2 diluar salafy melakukan perlawanan terhadap apa yang dituduhkan mereka, maka salafy berkata “tu lihat.., semakin nyata kebencian mereka terhadap ahlussunnah”. Pak cik, orang2 tu benci same ahlussunnah atau muak same genk pak cik ni?? (mual berat dan mulai menguek ni)
7. ustad cakap lagi : orang tabligh selalu membuat manusia zuhud dari ilmu yang bermanfaat.
8. selanjutnya : mereka tidak siap menuntut ilmu, waktu yang dihabiskan untuk menuntut ilmu adalah sia-sia.
Komentar :
Ih..ih..iiihhh..., ku hadiahkan satu hadist kepada para salafyer yang diambil dari buku muntakhab ahadist karangan syeikh yusuf alkhandhalawi pada bab Ilmu dan Dzikir :
Dari Abu Dzar r.a berkata, Rasulullah shollallhu’alaihiwasallam pernah bersabda padaku ”Wahai abu dzar! Sesungguhnya berangkatmu dipagi hari, lalu engkau mempelajari satu ayat dari kitab Allah adalah lebih baik bagimu daripada engkau mengerjakan sholat seratus rekaat, dan sesungguhnya berangkatmu di pagi hari, lalu engkau mempelajari satu bab ilmu apakah diamalkan atau tidak, adalah lebih baik bagimu daripada mengerjakan sholat seribu rekaat” ((HR. Ibnu Majah, bab keutamaan orang yang belajar alquran dan mengamalkannya, hadist nomor 219). Blom puas juge..?? Klo blom puas tengok jelah tulisan saye yang pertame yang berjudul tabligh vs salafy tu lagi ye... disitu ku uraikan juga tentang tuduhan yang serupa. (dah muntah ni)
9. kata ustad tu lagi : orang tabligh berpendapat bahwa tidak akan bisa manusia selamat kecuali dari jalan mereka
Komentar : lempar batu, trus sembunyi tangan yang melempar batu tu, trus tangan yang satu lagi nunjuk ke orang lain. ( dah tak larat nak layan ni ha..)
10. kata ustad tu lagi : orang tabligh tidak peduli dengan tauhid uluhiyyah dan tauhid asmaussifat.
Komentar. :
tengok je lah dalam tulisan pertame saye tu.. (dah nak tidur je ni). Oh iya.. sebelum tidur ni, mo nanya.., dimana dalilnya Rosulullah membagi tauhid jadi 3.?? Atau ada gak sahabat bertauhid dengan membagi 3.?? Klo orang kristen memanglah pernah dengar mereka tauhidnya 3, yaitu tuhan bapak, anak, dan roh kudus. Oh iya, dengar-dengar kalian mengatakan bahwa orang musyrik mekkah juga bertauhid ya, tapi tauhidnya gak lengkap 3 buah. padahal yang ku tau didalam Al-quran bahwa Allah telah hukumi orang2 musyrikin itu tidak beriman tanpa syarat.
”Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka katakan) tentulah mereka akan menjawab sesungguhnya kami hanyalah bersendagurau dan bermain-main saja. Katakanlah apakah terhadap Allah, ayat-ayat-Nya dan rasul-Nya kamu berolok-olok , tidak usah kamu minta maaf, karena kamu telah kafir sesudah beriman …” (Q.S. at-Tubah 65-66)
Ya ALLAH.. kekalkan hidayah-Mu dalam diri kami.. amiiiin..
== icun bin abdullah ==
Klik Selengkapnya...
Minggu, 15 Februari 2009
FENOMENA SHOLAT JUM’AT DI MESJID ARAFAH NAGOYA BATAM.
FENOMENA SHOLAT JUM’AT DI MESJID ARAFAH NAGOYA BATAM.
Batam, 13 Februari 2009 ( Nagoya hotel plaza).
JUM’AT. setelah penat duduk mendengar celoteh para pemimpin dalam rapat kerja sejak pagi sampai siang, kami menuju mesjid untuk sholat jum’at. Mesjid arafah ini merupakan sebuah mesjid yang berada di lantai 2 dari 3 lantai di salah satu bangunan ruko di nagoya batam. Jadi secara bangunan, maka orang2 tak kan tau klo kat sane ada mesjid. Selain mesjid ini menyatu dengan beberapa ruko, mesjid ini juga menyatu secara fisik dengan hotel nagoya plaza tempat kami melakukan rapat kerja.
Nagoya, merupakan daerah padat di kota batam, salah satu titik keramaian di kota ini, sehingga mesjid arafah yang lebih kurang luasnya 15x15 meter ini tidak cukup menampung jemaah sholat jum’at. Hal ini menyebabkan sebagian orang ada yang sholatnya di bawah tangga di lantai 2. nah, ini yang jadi masalah, secara hukum yang ku ketahui, posisi ini jelas-jelas “putus shaff”, maksudnya posisi mereka jelas-jelas terpisah dari jemaah yang berada di mesjid arafah di lantai 3. artinya lagi, sholat mereka tidak sah, karena sama sekali antara mesjid arafah di lantai 3 dengan orang2 yang sholat di lantai 2 tidak saling melihat. Coba bayangkan seandainya listrik mati, sehingga pengeras suara tidak berfungsi, trus dari mana mereka tau apakah khatib telah selesai khutbah atau tidak?? Atau dari mana mereka tau posisi imam ketika sholat jum’at??.
Sebenarnya hampir saja ku membatalkan niatan sholat jum’at dan pulang ke hotel ketika melihat penuhnya mesjid tersebut, alasannya adalah karena ku tidak wajib sholat jum’at ketika itu karena dalam keadaan safar (domisiku di pekanbaru), sementara orang2 yang berdomisi di batam sendiri adalah wajib sholat jum’at. Tapi karena sudah berada di dalam mesjid, akhirnya ku berkukuh untuk sholat jum’at walaupun ku tak yakin apakah keputusan ku ini yang terbaik apa tidak.
Trus sesaat setelah selesai sholat, ku coba lihat ke arah jalan dari jendela mesjid, ternyata begitu banyaknya orang2 (kaum laki2) yang masih mobile atau berkendaraan. Padahal bukankah rata2 di batam ini adalah muslim???. Apakah mereka lupa bahwa ini adalah hari jum’at?? Wallhu’alam.
Bukankah seharusnya tiap muslim yang laki2 berada di mesjid2 untuk melakukan sholat jum’at??. Andaikan sholat jum’at saja mereka tidak peduli, apatah lagi sholat 5 waktu..?.
Memang benarlah... barang siapa yang hidupnya berorintasi dunia, maka dia akan disibukkan dg perkara2 dunia, dunia jadi sempit baginya, sehingga jatuhlah akhiratnya. Dan barang siapa yang orientasinya akhirat, maka Allah lipat gandakan pahalanya, dan Allah beri rezeki yang cukup baginya didunia.
== icun bin abdullah ==
Klik Selengkapnya...
KOMISI PERLINDUNGAN PACAR
KOMISI PERLINDUNGAN PACAR (Perlindungan kekerasaan terhadap pacar)
Batam, 13 Februari 2009 ((Nagoya Plaza Hotel, pukul 8:50 WIB)
Sambil mendengar Pembantu Rektor I Memaparkan hal ihwal akademis
LATAR BELAKANG
Tadi pagi sambil siap2 mo sarapan pagi, sambil melihat tv, ada berita tentang kekerasaan terhadap seorang gadis, jadi inti critenye cam ni..
Sang gadis (baik sangke je klo dia masih gadis) telah pacaran lebih dari 1 tahun, sering dipukul, di siksa, dikatai dengan kata2 kotor, dsb.., dan terakhir dibawa ke rumah sang cowok yang berada diluar kota selama 18 hari. menuurut pengakuan sang gadis, dia tidak bisa menghubungi keluarganya, gak bisa lari karena tidak punya ongkos pulang.
ANALISA PERMASALAHAN (macam nak nyusun skripsi je lah.. )
Ada pertanyaan yang paling mendasar dari cerita sang gadis tersebut.
”Kok mau sang gadis dianiyaya sperti itu berkali kali??”
tak pahamkah dia bahwa dia sedang disiksa??
Atau perasaan ketakutan karena ancaman??
Atau terlalu cinta???
Atau perasa senang dengan dianiyaya (kelainan sex)??
Atau mungkin dia beranggapan ”lebih baik punya pacar walau jahat dari pada tidak punya pacar (minder sama kawan klo tidak punya pacar)”. Atau..??..
Begitu banyak kemungkinan yang bisa kita munculkan kenapa sang gadis mau diperlakukan seperti itu. Yang jelas.. sang gadis telah mengadukan kasusnya ini kepada polisi, trus kata pak polisi perlu/harus ada bukti tentang aduan sang gadis, trus sang gadis bingung mau melapor kemana lagi, apakah ke komisi perlindungan anak? Padahal dia tidak anak lagi. Mau mengadu kepada komisi kekerasaan didalam rumah tangga, padahal statusnya masih pacar. Jadinya dia mengadukan ke slah satu televisi dan diundanglah dia ke salah satu program informasi.(yang ditayangkan langsung pada pagi tadi tu).
KESIMPULAN SEMENTARA (HIPOTESA).
Setelah mengamati dengan seksama, dan mencoba menarik kemungkinan2 yang bisa dijadikan penyebab, maka ada satu kesimpulan yang paling menonjol dan menjadi inti seluruh permasalahan, yaitu :
”HUBUNGAN SUDAH TERLALU JAUH. SANGAT JAUUH.. TIDAK ADA YANG TERSISA..”, sehingga sang gadis terlalu takut untuk memutuskan hubungan itu.
sebuah pantun berbunyi :
Putik sudah, kuncup pun sudah
Tinggallah lagi nunggu buahnye,
Peluk sudah cium pun sudah,
Tinggallah lagi nunggu akad nikah nye.
Mungkin dalam hati sang gadis tersebut berkata ”suatu saat nanti akan ku buat Komisi perlindungan pacar (perlindungan terhadap kekerasaan dalam rumah pacar).’
Duh bunga.. kaulah yang memutuskan mau manjadi mulia atau terhina..
== icun bin abdullah ==
Klik Selengkapnya...
Senin, 02 Februari 2009
Perhatikanlah wahai gadis... sebelum terlambat...
udah lama tak ngeblok ni.. jadi rindu.. maklumlah... baru beberapa hari masuk kerja karena cuti nikah.. ( jadi teringat istri nih..) he he..
pekanbaru, 3 Februari 2009, pukul 11:37 waktu di komputer ni, ditempat kerja ku.
beberapa hari lalu ku jalan2 ke situs hidayatullah.com, terbaca oleh ku sebuah konsultasi keluarga yang berjudul "trauma masa lalu istri" setelah dibaca keseluruhannya, dapat diambil sinopsisnya bahwa mereka baru 5 bulan menikah, laki2nya seorang yang hanif/lurus, dan sang istri adalah orang yang ta'at. tapi sang istri punya masa lalu yang suram, dan hal ini baru saja diketahuinya, dahulunya sang istri pernah pacaran, dan melakukan hal-hal yang biasa dilakukan oleh orang pacaran. maksudnya adalah melakukan perbuatan mesum walaupun tidak sampai senggama. dalam penilaianku, dalam bahasa kasarnya, hanya keperawanan yang tersisa.
sontak saja suaminya cukup stres mendengarnya.., depresi yang teramat sangat.
laki-laki mana yang bisa menahan mendengar hal seperti ini..??
sering sang suami menangis baik dlm kesendirian maupun dihadapan istrinya.
sang suaminya sebenarnya cukup sadar bahwa itu adalah masa lalu istrinya.., tapi sebagai laki2 dia tidak/blom bisa menerima kenyataan ini. hal ini selalu menghimpit dadanya. bukankah hal yang tidak termaafkan dimata seorang laki2 adalah ketika ada lelaki lain yang telah menjamaah kekasihnya??.
simalakama... yups... benar2 simalakama.., hampir tidak mungkin dia segera memutuskan utk bercerai dari istrinya karena cintanya.., dan hampir tidak mungkin dia memandang istrinya sebagaimana pandangan dia sebelum mengetahui hal tersebut. Dahulunya ketika memandangi istrinya terlihat bayangan dirinya yang melatarbelakangi (background). namun kini tidak adalagi bayangan dirinya.., namun sesosok bayangan laki2 lain tiap kali memandang istrinya. kata-kata indah dari istrinya terasa tidak bermakna. kata-kata "kaulah segalanya" sudah sangat hambar didengarnya.
yups.. bagi sang suami butuh waktu untuk melenyapkan semua ini...
butuh kesabaran yang sangat besar.. bahkan terlalu sangat besar untuk hal ini
dan yang paling penting.. butuh pengsandaran yang total kepada ALLAH...
karena.. hanya ALLAH sang pembolak balik hati. hanya ALLAH yang menggenggam tiap hati. dia (sang suami) harus benar2 menyerahkan bulat-bulat dirinya kepada ALLAH. meminta kepada ALLAH akan kesejukan hati, meminta kepada ALLAH kelapangan hati. karena ALLAH adalah Muqollibalqulub ( sang pembolak balik hati).
ada sebuah bait lagu yang langsung teringat ketika ku membaca artikel tersebut. lagu dewa19 ketika ku masih SMA dulu ( lupa judulnya). sebuah bait yang menasehati seorang gadis, dan bait lagu ini menutup tulisanku kali ini..
hilangkan semua gairah yang ada...
hilangkan hasrat untuk mencoba...
belum tentu dia untukmu...
jangan sampai ada air mata...
dari lelaki yang pasti...
mendampingimu untuk selamanya...
== icun bin abdullah ==
Klik Selengkapnya...
Rabu, 03 Desember 2008
Aduhai.. dirimu wahai Caleg
Pekanbaru 2 Desember 2008 pukul 23.00 WIB, ditengah listrik mati.
Menjelang pemilihan Calon Legeslatif kat kampong kami ni...
Dipertengahan bulan sya’ban yang lalu, di Mesjid al-ma’arij tempat ku biasa sholat jum’at, telah diadakan acara penyambutan bulan suci romadhon 1429H. Pada kesempatan tersebut diundang sejumlah ‘pembesar’ dan yang ingin jadi besar. Salah satu tokoh yang diundang adalah calon gubernur dan calon legislatif dari salah satu partai. Pemilihan calon gubernur jatuh pada bulan romadhon beberapa bulan lalu. Sedangkan pemilihan Caleg kejap lagi lah ni….
Ternyata pada kesempatan itu calon gubernur tidak bisa hadir, tapi diganti oleh istrinya beserta rombongan. Istrinya tersebut masih memiliki jabatan penting di PKKnya tingkat propinsi, jadi bisalah digolongkan sebagai ‘pembesar’ juge.
Mulai dari pangkal jalan besar hingga sampai ke depan halaman mesjid yang berjarak lebih kurang 800 meter terpancang bendera-bendera partai yang menaungi calon gubernur dan caleg tersebut.
Sampailah ketika istri calon gubernur itu berpidato dan dilanjutkan memberi sumbangan kepada mesjid sebesar 5 juta rupiah.
Kemudian sampailah ketika caleg berpidato tentang keinginannya menjadi wakil rakyat dan memohon doa restu, dan diakhiri penyerahan uang senilai 2 juta rupiah.
-----------------------------------
Entah kenapa…... diriku tidak melihat hal tersebut merupakan ladang pahala bagi mereka berdua.
Entah kenapa... diriku melihat hal tersebut merupakan sebuah kepentingan dunia semata.
Entah kenapa... diriku tidak melihat apa yang mereka lakukan melainkan sebuah kompanye walaupun mereka mengatakan hanya silaturahim.
Entah kenapa... diriku menganggap apa yang mereka infaqkan tidak akan berbuah manis diakhirat.
Entah kenapa.....
apakah ku terlalu su’uzhon..???
Tapi kenapa baru sekarang datang bersilaturahim ke mesjid kami..??
Tapi kenapa baru sekarang dan dekat-dekat pemilihan memberi sumbangan ke mesjid kami..??
Tapi kenapa baru sekarang ....
Tapi kenapa ada bendera partai di kiri kanan jalan masuk menuju mesjid kami..??
Tapi kenapa ada bendera partai berukuran besar dikibarkan di luar mesjid kami..??
Tapi kenapa....
Bukankah Allah hanya menerima amal ibadah yang ditujukan hanya untukNya..??
Bukankah Allah akan menolak amal ibadah yang bercampur didalamnya kepentingan lain selainNya..??
Bahkan... Bukankah Allah akan menghisab dengan keras dari tiap amalan kita yang bercampur kepentingan lain selainNya..??
Hai.. hai… betol-betol dah nak kiamatlah kalau macam ni...
== icun bin abdullah ==
Klik Selengkapnya...
Senin, 01 Desember 2008
Antara Nelayan dan Mahasiswa
Pekanbaru, 2 Desember 2008
ditempat kerja.. menjelang zuhur..
---------------------------------
Suatu kali sekelompok mahasiswa yang sedang KKN (kuliah kerja Nyata) di sebuah kampung terpencil pergi kepinggir laut, disana merupakan tempat orang-orang kampung tersebut menambatkan sampannya sepulang dari mancari ikan. Mahasiswa tersebut berniat ingin ikut nelayan memancing.
Mhs : “Pak.., boleh ikut melaut tak.??”
Nelayan “ Boleh..”
Singkat cerita… mahasiswa bersama nelayan tersebut sudah berada ditengah laut untuk mencari ikan dengan sampan milik nelayan tersebut.
Mhs kimia : ” Pak.., berapa mol konsentrasi kadar garam laut ini pak..??”
Nelayan : ”aduh..., bapak tak tau nak.. bapak ni tak sekolah…, ”
Mhs : ”saling bertatapan dan senyum senyum..”
Mhs biologi : ”pak..., spesies dari ikan apa yang mendominasi habitat laut ini..?”
Nelayan : ”aduh..., manelah bapak tau nak.. kan bapak ni tak sekolah…, ”
Mhs : ”saling bertatapan dan senyum senyum..”
Mhs_IT : ”ternyata menggulung jala ini sulit juga ya pak.?? Gak user friendly kayak OS windows gitu lho, bapak tau windows..??”
Nelayan : ”bapak ni cume orang kampung nak, bapak di tak pandai.., bapak ni tak sekolah…, ”
Mhs : ”saling bertatapan dan senyum senyum..”
Singkat cerita.., tiba angin kencang dan gelombang pun mulai besar...
Mahasiswa mulai ketakutan dan tidak tau harus bagaimana.., kemudian sang nelayan berkata ” kita semua tidak bisa terus berada diatas sampan, harus ada yang terjun kelaut dan berpegangan disampan. Klo tidak maka sampan ini akan terbalik.”
Mhs kimia : ”ku gak bisa berenang..”
Mhs biologi : ”jangan aku.., ku gak pandai berenang juga”
Mhs IT : ”waduh.. sama.. ku gak sanggup terjun kelaut”
akhrirnya nelayan itu berkata :
”Ternyata semua ilmu kalian itu tak ada gunanya.. melainkan menyebabkan hanya menambah kesombongan”
=========================================
Khatimah
Tiap orang punya kelebihan tersendiri.., tiap orang tidak ada yang bisa dalam segala hal, tiap orang ahli dalam bidangnya dan tidak untuk bidang lainnya.
Jangan sombong dengan teori yang didapat.., jangan sombong dengan ilmu yang didapat, jangan sombong dg status yang didapat.
Terakhir.. Jangan pernah memandang rendah orang lain.....
== icun bin abdullah ==
Klik Selengkapnya...
